Man Jadda Wa Jadda Ustadz

 

Menurut teman-teman kelas 1 An-Nashr hari ini adalah hari yang menyenangkan dan barokah. Karena selain hari ini tepat pada hari jum’at yakni hari agungnya umat islam namun menurut mereka ada yang lebih menyenangkan lagi yakni pelajar SBK (Seni Budaya Keterampilan). Memang SBK di sekolah SD Islam Al-Izzah berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya. Disekolah kami tidak akan diajarkan anak-anak kami menyanyi, menari atau kesenian yang melanggar syariat Islam atau mendekati kesyirikan. Oleh karena itu setiap pelajar SBK kami menggantinya dengan kegiatan keterampilan tangan misalnya (membuat makanan khas Banyumas, membuat ordeng dari kertas, celengan dari botol dan sebagainya). Hari ini anak-anak diajak oleh ustadz Charis untuk membuat atribut kelas dengan menempelkan cita-cita mereka dan surat yang paling mereka sukai. Melihat canda, tawa dan pertanyaan yang polos mereka membuat saya tertawa dan perlu berfikir keras karena di umur mereka masih 7 tahunan masih banyak kosa kata yang belum mereka faham. Banyak bertanya ustadz apa arti “man jadda wa jadda”

Sebenarnya pertanyaan itu yang saya tunggu-tunggu. Supaya saya dapat menjelaskan kepada anak-anak sholeh dan sholeha. Akan tetapi tanpa saya duga ada satu anak yang menjawab dengan lantang “artinya ya siapa yang bersungguh-sungguh pasti mendapatkannya” celetuk Husain. Saat itu saya sedikit kaget akan tetapi saya juga memaklumi karena dari teman-teman sekelasnya Husain adalah sosok anak sholeh yang paling pintar ilmu agama dan paling banyak hafalannya. Hal itu berkat didikan orang tua di rumahnya dan ustadz/ustadzah di sekolahnya. Lanjut ke pertanyaan “man jadda wa jadda” ternyata mereka sangat antusia ketika saya menjelaskan makna dari “man jadda wa jadda” tidak banyak dari mereka memiliki impian yang Masya Allah bagus. Diantaranya ada yang ingin menjadi dokter, ulama, professor, presiden, bakery, dan sebagainya namun ada satu anak yang memiliki cita-cita yang menurut saya berbeda dari sebagian anak-anak yakni ade Mush’ab.

20160909_105018

Sosok yang sholeh dan unik ini yang memiliki cita-cita yang luar biasa menurut saya yakni dia ingin bercita-cita menjadi mujahid dan ulama. Setelah saya tanya-tanya kenapa bercita-cita ingin mejadi mujahid dan ulama dengan nada yang polos dan luguhnya di menjawan “ ia ustadz saya suka membaca kisah para sahabat contohnya muhs’ab bin umair yang mejahid mujahid di medan perang” jawab Mush’ab. Setelah saya mendengar jawaban Mush’ab saya terdiam dan merenung kembali Masya Allah di seusia Mush;ab yang masih kecil sekitar 7 tahun tapi dia bercita-cita yang sangat agung dan menjadi cita-cita besar umat ini termasuk saya. Tidak heran sosok Mush’ab yang sholeh sangat menyukai kisah dan sering ingin bercerita tantang kisah para nabi dan para sahabat. Dalam hati saya “semoga Mush’ab kelas bisa menjai mujahid atau penolong agama Allah dan bangga terhadap agaanya”  Man Jadda Wa Jadda Mush’ab semoga cita-cita mu terwujud dan didengar oleh Allah SWT.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
YouTube
INSTAGRAM

Related posts

Leave a Comment