Ini hasil karya saya Ustadz…..

 

Seperti biasa hari kamis siang anak-anak kelas lima di SD Islam Al-Izzah yang terdiri dari Zaid, Ridwan, Daffa, Rozan, Rizky dan Hisyam mengikuti ektrakurikuler KIA atau biasa disingkat dengan Karya Ilmiah Anak. Ustadz  sebelumnya sudah memotivasi dan mengingatkan anak-anak untuk terus berkarya dan menginovasi dari hal yang sederhana. Mereka sangat semangat setelah melihat video “kalbe awards” yang isinya adalah anak-anak SD yang berprestasi dengan membuat alat/bahan yang belum ada salah satunya adalah tongbana atau tongkat sebaguna yang diciptakan dari anak SD. Setelah itu saya memberika satu lembar kertas dan menyuruh anak-anak berimajinasi tingkat tinggi dan sedikit memikirkan permasalahan lingkungan dan masyarakat.

30 menit bagi mereka masih belum cukup untuk membuat ide dan latar belakang masalah yang menurut mereka sangat sulit. Dan tepat menit ke 40 mereka sudah selesai menyelesaikan tugasnya dan hasilnya sangat luar biasa mereka belum juga bisa membuat karya walaupun hanya imajinasi mereka. Memang sangat wajar karena mereka baru bertemu 2 kali pertemuan. Setelah ada yang menyetuk dari mereka “ustadz saya bisa membuat lampu atau kipas-kipasan dari barang-barang bekas” Tanya Zaid dan Rozan. “Nahh itu bagus yaudah berarti tugas teman-teman besok adalah membuat inovasi teknologi ya yang sederhana-sederhana saja ya “ jawab ustadz . “siapppp” Jawab Zaid dan Rozan. 1 minggu kemudian ternyata apa yang mereka biacarakan benar, mereka membuat kipas angin dari barang-barang sepele dan sederhana.

20160908_141231

Zaid membuat kipas angin dari barang bekas berupa dynamo, kaset yang tidak terpakai, kabel kecil, karet dan sepasang batrai.

20160908_141219

Sedangkan Rozan langsung membuat dua alat yakni lampu dan kipas angin. Hampir semuanya dari barang-barang bekas dan sudah tidka digunakan. Dala hati saya ternyata anak-anak SD Islam Al-Izzah banyak bakat yang harus digali salah satunya yang dimiliki Zaid dan Rozan. Memang betul mereka berdua sangat tertarik dengan dunia otomotif atau robotik. Setelah itu mereka dengan bangganya dikelas lima memamerkan hasil karyanya kepada anak-anak yang membuat sebagian anak-anak membuat iri dan kagum denga karya nya. Dengan percaya dirinya mereka memamerkan kepada ustadz  “Ustadz ini karya saya”. Dalam hati malu dan bangga melihat mereka memamerkan hasil karyanya. Satu sisi malu karena sudah meyepelakan mereka dan kedua kalinya bangga karena mereka ternyata kreatif dan konsisten dengan ucapannya. Terus semangat berkarya dan jangan cepat bangga dirinya ya anak-anak ku yang sholeh dan cerdas. Ustadz bangga dengan kalian.

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
Google+
http://al-izzah.sch.id/2016/09/928/
YouTube
INSTAGRAM

Related posts

Leave a Comment