Kisah Dua botol minuman

Hari ini merupakan hari yang special dan menyenangkan untuk anak-anak kelas 1 An-Nashr, karena hari ini jum’at yang merupakan hari paling agung dalam agama Islam. Aktivitas pagi biasa dilakukan anak-anak di SD Islam Al-Izzah adalah senam pagi dan sholat dhuha berjama’ah tak lupa dibimbing oleh ustadz/ustadzah. Pada saat aktivitas pagi anak-anak terlihat semangat dan ceria, selayaknya anak-anak lainnya.

Namun hari ini ada yang berbeda dengan sosok Nadia, sosok bidadari kecil dan sholeha di kelas 1 AN-Nashr. Kenapa dibilang bidadari kecil karena sosok Nadia adalah anak perempuan yang cerdas, aktif, disiplin, lurus dan yang paling saya sukai dari sifatnya yakni jujur. Setiap ada temannya yang melanggar aturan pasti dia yang pertama kali melaporkan. Namun hari ini sosok Nadia yang ceria dan semangat itu terlihat lemas dan tidak focus dalam mengikuti pelajaran selanjutnya yakni mengaji UMMI dan muroja’ah hafalan baru. Ya setiap hari di SD Islam Al-Izzah tak lupa melakukan mengaji UMMI dan muroja’a hafalan baru. Nadia terlihat lemas dan saya selaku wali kelas menanyakan kepada Nadia “Nadia, kenapa hari ini terlihat lemas dan tidak focus belajar”. Nadia menjawab sambil menyenderkan kepalanya di atas meja “ Iya ustadz saya tiba-tiba pusing”. “Kenapa pusing “ Tanya saya. “Mungkin karena tadi malam Nadia tidurnya agak malam ustadz” jawab Nadia. Melihat kondisi Nadia yang sudah semakin lemas saya mengantarkan Nadia di ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) tepatnya di saung lantai 2.

Setelah itu saya melanjutkan aktivitas yakni mengerjakan tugas dari sekolah. Setelah 75 menit kegiatan UMMI dan muroja’ah selesai saya bergegas melihat Nadia di saung lantai 2 dengan tujuan melihat keadaannya apakah semakin baik atau malah tambah sakit. Setelah saya sampai di ruang UKS pandangan dan focus kepada dua botol minuman yang saya yakinin bukan milik Nadia. Nadia bagaimana keadannya sekarang? Tanya saya. Alhamdulillah baik ustadz” jawab Nadia”. Setelah itu saya langsung menanyakan tentang dua botol tersebut. “Nadia botol itu punya siapa ya “ Tanya saya. “Botol itu punya Aruna dan Hana ustadz” jawab Nadia. “Ko botolnya ditaruh diruang UKS” Tanya saya.  “Iya ustadz kata Aruna dan Hana tadi kasihan lihat saya jadi mereka memberikan botol air minumnya untuk saya takut saya kehausan” Sahut Nadia. Saat itu saya tidak bisa berkata apa-apa yang saya fikirkan hanya akhlak dan rasa peduli sosok Aruna dan Hana yang sungguh membuat saya termenung dan berfikir. Dalam benak saya apabila anak seusia Aruan dan Hana yang rata-rata 7 tahun sudah memiliki sifat peduli dan ukhuwah yang tinggi bagaimana dengan saya ? selanjutnya muncul dibenak saya fikiran bahwa ukhuwah ini tidak akan terjalin apabila mereka mementingkan dirinya sendiri? Dan masih banyak lagi yang membuat saya malu, iri dan pelajaran yang luar biasa pagi itu.

Setelah itu saya langsung bertemu dengan Aruna dan Hana untuk menanyakan dan mengklarifikasi apakah benar apa yang dikatakan oleh Nadia. Dan jawabannya pun tidak jauh berbeda. Dengan sosok yang polos, tanpa dosa dan salah mereke serentak menjawab “ Iya ustadz kami memberikan botol air minum itu buat Nadia, takut nanti Nadia kehausan dan tidak ada air minumnya” sahut mereka berdua. Mendengar jawaban tersebut menambah tambaran yang keras dalam batin saya terharu, malu dan bangga saya memiliki murid seperti mereka. Selanjutnya saya memberikan apresiasi dan pujian kepada tindakan mereka berdua “Masya Allah, bagus Aruna dan Hana hari ini sudah berbuat kebaikan dan semoga Allah SWT mengasihi kalian”. Tak lama kemudian terlihat senyum manis dan polos di wajahnya yang lugu.

Saudara ku yang dirahmati Allah SWT. Dari kisah tersebut saya banyak mengambil pelajaran dan hikmah yang besar. Mungkin menurut sebagian orang sikap kecil tersebut dianggap remeh dan biasa saja. Tapi bagi saya tidak. Tindakan mereke sungguh luar biasa, diusianya yang masih belia mereka sudah mengenal arti ukhuwah yang sesungguhnya dan berkorban demi temannya. Masya Allah. Saya jadi teringat hadist tentang ukhuwah sesama muslim dari al-Nu’man Ibn Basyir ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda:Perumpamaan kaum Mu’minin dalam hal saling menyayangi, saling kasih mengasihi dan saling rasa simpati ibarat satu tubuh. Jika satu anggota dari tubuh itu ada yang merasa sakit, maka seluruh tubuh tidak bisa tidur.(Muttafaq ‘alaih)

20160909_124710

Semoga kita terus dan terus belajar dan belajar walaupun hanya dari dua botol minuman. Aamiin

 

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
Google+
http://al-izzah.sch.id/2016/09/kisah-dua-botol-minuman/
YouTube
INSTAGRAM

Related posts

Leave a Comment