“Melawan hawa nafsu”

Bismillah

Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan karunianya berupa iman dan islam pada diri kita semua.

Saya selaku pendidik ingin berbagi rasa dan pengalaman yang berharga bagi saya. Banyak pengalaman dan ibrah yang saya dapatkan dari jiwa suci anak-anak kami di SD islam Al-Izzah Purwokerto. Salah satu adalah Seno Aulia Wijayanto atau biasa dipanggil Mas Seno kelas 4 Al-Muzzamil.

Mas Seno adalah salah satu siswa yang memiliki karakter peka dan peduli terhadap kondisi di sekitarnya, memiliki hati yang lembut dan memiliki hobi bermain bola, oleh karena itu ia mengikuti ekskur bola sekolahnya.

Ketika itu saat adzan shalat ashar berkumandang saya beserta guru-guru bergegas ke masjid untuk shalat ashar berjama’ah tida lupa anak-anak laki-laki juga bergegas ke masjid. Akan tetapi kebiasaan anak-anak yakni mencari ustadz yang pergi ke masjid dengan naik motor alasannya yakni supaya cepat sampai dang tidak lelah karena jarak masjid dan sekolah sekita 100 meter. Hampir semua anak-anak naik motor bersama ustadz termasuk seno. Akan tetapi saya dan guru lainnya berjalan kaki.

Sampai akhirnya shalat ashar pun selesai dan anak-anak pun bergegas mencari ustadz yang naik motor dan ikut numpang. Saya pun memutuskan berjalan kaki. Terlihat ada ustadz yang membonceng sekaligus tiga orang anak, termasuk mas seno. Sehingga saya bermaksud becanda dengan ketiga anak itu untuk turun dan jalan kaki saja. Tujuan saya hanya becanda kepada anak-anak dan mereka pun tidak ada yang turun mungkin karena sudah nyaman dan ingin cepat pulang.

Saya pun akhirnya malanjutkan berjalan sendirian tidak jauh dari itu turunlah satu anak dari motornya ustadz tersebur yakni mas seno. Saya heran mengapa mas seno turun dan memutuskan berjalan kaki bersama saya. Bergegas saya mendekat ke mas seno dan bertanya. “Mas seno kenapa turun “ ? “Memang saya pengen turun ustadz” Jwab seno. “Lohh kenapa mas kan enak naik motor cepat dan tidak lelah” tanya saya sambil becanda. “Tidak ustadz saya pengen jalan kaki biar mendapatkan pahala banyak”  Jawab seno. Seketika saya berhenti dan sejenak berfikir anak sekecil itu bisa berfikir sejauh itu. Masya Allah. Mas seno faham bahwasannya setiap langkah kaki menuju ke masjid akan dihitung satu kebaikan. Sehingga dia memutuskan untuk jalan kaki. Masya Allah

Banyak ibrah yang saya dapatkan dari percakapan dengan mas seno yakni saya harus bisa melawan hawa nafsu dan sebisa mungkin berjalan kaki apabila pergi ke masjid karena setiap langkahnya dihitung satu kebaikan. Jazakallah khairan mas seno sudah memberikan pelajaran untuk guru mu ini. Semoga engkau tetapi istiqomah ya bisa shalat berjama’ah ke masjid

 

Please follow and like us:
Facebook
Facebook
YouTube
INSTAGRAM

Related posts

Leave a Comment