Belajar itu tidak mengenal ruang dan waktu

Bismillah.

Pagi itu tepat jam 08.00 WIB hari senin masuk pelajaran Bahasa Indonesia. Seperti biasa suasana kelas gaduh dan ramai dengan lari kecil mereka. Ya mereka yang in shaa allah kelak menjadi calon mujahid dan mujahidah. “aamiin”

Adapun cara ampuh supaya mereka bisa diam dan anteng dengan mengingatkan aturan kelas dan konsekuensinya. Sejenak diam dan anteng. Kebetulan Bahasa Indonesia pertemuan kali ini membahas tentang “menjaga kebersihan”

Dikarenakan sekolah kita berbasis lingkungan dan alam oleh karena itu kami langsung mempraktikan bagaimana cara membersihkan halaman sekolah dengan baik dan benar. Anak-anak terlihat sangat gembira. Hal ini dikarenakan sudah lama kita tidak belajar di luar kelas/outdoor class. Sistem dalam pembelajaran kali ini adalah dalam satu kelas dibagi tiga kelompok (bersih, rapi dan sehat). Suasana dan atmosfer kompetisi dimulai. Anak-anak berlarian mencari alat kebersihan dan mencari sampah untuk dikumpulkan di tempat sampah yang sudah disiapkan.

Namun…Pagi ini Allah SWT memberikan hikmah dan ilmu baru untuk saya selaku wali kelas 1 An-Nashr. Yakni melihat fitrah mereka yang baik dan naluri anak-anak yang bisa saja mengikuti hawa nafsunya. Hikmah dan ilmu itu didapatkan pada saat sesi penimbangan hasil kebersihan masing-masing kelompok. Terlihat anak-anak dengan bangganya menjelaskan dan memperlihatkan sampahnya kepada saya. Satu per satu kelompok maju untuk menjelaskan dan menimbang sampahnya. Kelompok rapi dan bersih Masya Allah pekerjaanya kalian sangat bagus dan kompak.

Namun…ada satu anak yang melaporkan kepada saya” Ustadz tadi kelompok sehat curang”. Curang kenapa ? “tanya saya. “ia ustadz mereka memasukan batu-batuan supaya pas ditimbang terlihat lebih berat agar menang”. “ohh begitu, Nanti ustadz tanya kelompok sehat dulu ya ” jawab saya

Tibalah kelompok sehat maju dan melaporkan hasil pekerjaannya. Ia benar saya melihat didalam tempat sampah batu-batuan. Namun saya berpura-pura diam dan tidak mengetahui permasalahan. Tujuannya untuk mengetes kejujuran dan keberanian mereka dalam berkata benar. Satu team belum belum mengaku juga dan akhirnya saya timbang. “De, ini ko berat banget ya” Tanya saya. “ia ustadz tadi kata si A selaku ketua kellompoknya kantanya dimasukan batu saja biar berat” jawab salah satu kelompoknya. Saya tanya si A selaku ketua kelompoknya. Saat ini terlihat di wajah si A diam dan sangat malu karena ketahuan melakukan kecurangan. Sampai pada saat di kelas Si A diam dan diperolok-olok sama teman sekelasnya.

Melihat hal tersebut langsung saya terangkan tentang hikmah dan ilmu yang saya dapatkan dari pelajaran Bahasa Indonesia kali ini. Yakni llah SWT maha tahu perbuatan hambanya dan akan diberikan balasan sesuai dengan perbuatan/amal seorang hambanya. Terlihat anak-anak diam dan alhamdulillah suasana kembali tenang dan senang.
Kelas 1 An-Nashr

img20161027084954img20161027085430

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *