Belajar Ikhlas

Belajar Ikhlas

Bismillah…

Sesungguhnya perkara yang paling mendasar dan terpenting adalah dien ini adalah mengikhlaskan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam setiap amal dan ibadah yang kita lakukan. Karena hal itu sebagai salah satu diantara dua syarat diterimanya amalan yakni ikhlas dan sesuai Rasul. Ikhlas adalah amalan hati yang perlu mendapatkan perhatia istimewadan dilakukan dengan cara “istimrar” terus menerus disetiap henda kita akan melakukan ibadah.

Pelajaran ikhlas itu saya dapatkan mana kala melihat seorang anak kecil yang sholeh dan polos. Anak kecil itu bernama Hana dan Aqilla.

 

Saya sudah mengenal sosok Hana pada saat kelas 1 An-nashr. Sosok yang jujur, berahlaqul karimah, sopan dan sholeha.

Pada saat itu saya tida sengaja melihat Hana mengumpat-umpat mengambil sapu dan langsung membersihkan kelasnya tanpa disuruh dan dipaksa. Kebiasaan baik hana adalah apabila belum dijemput oleh kedua orang tuanya Ia selalu membersihkan kelasnya seorang diri ..ya seorang diri

Rasa penasaran saya membuat saya bertanya “Hana memang hari ini piket”. Jawan Hana “tida ustadz”. “Lhoo terus kenapa mau menyapu Hana “. Hana langsung terdiam dan langsung menghindar memberikan tanda bahwa dia tida mau diganggu. Sehingga saya langsung keluar dan mengumpat-umpat melihat Hana menyapu. MasyaAllah saya melihat dia menyapu dengan rapih dan bersih, tanpa ingin dipuji dan diketahui oleh orang lain. Termasuk saya…MasyaAllah

 

Hal yang samapun saya lihat dari sosok Aqilla yang saat ini berada di kelas 3. Sosok yang sholeha, pemalu, pendiam dan hafalannya paling banyak dikelasnya. Semoga engkau menjadi hafidzah ya nak..Pada saat itu saya tida sengaja kelantai dua ingin mengambil barang. Ketika itu saya melihat sosok Aqilla menyapu seorang diri di kelasnya. Saat itu juga saya tanya apakah Aqilla piket hari ini?…Jawab Aqillah saya tidak piket ustadz. Dan ketika saya ingin mengetahui alasan mengapa Aqilla setiap pulang menyapu kelas dia pun tidak mau menjawab dan bersikap malu..sehingga saya bergegas meninggalkannya.

Dari situlah saya selalu banyak belajar dari sosok Hana dan Aqilla haikat dari ikhlas itu sendiri. Teringat perkataan Abu utsman berkata ikhlas ialah melupakan pandangan makhluq dengan selalu melihat kepada khaliq (Allah SWT). Semoga Allah menjaga dan melindungi ya anak ku yang sholeha

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *