Deep Talk Cerdas Qurani: Saat Al-Qur’an Menjadi Akar Kecerdasan dan Penunjang Ilmu Lainnya

         Purwokerto, 10 Januari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti aula saat ratusan orang tua wali murid dari KB dan SD Islam Al-Izzah Purwokerto berkumpul dalam sebuah agenda Kelas Parenting bertema “Deep Talk Cerdas Qurani”. Acara ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan ruang refleksi mendalam bagi orang tua untuk mendesain masa depan anak yang gemilang, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT.

       Pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif ini menjadi oase bagi para orang tua yang ingin menyelaraskan antara prestasi akademik dan kekuatan spiritualitas buah hati mereka. Acara ini dimoderatori oleh Ibu Siti Haniyah, S.Kep.,Ns.,M.Kep. yang merupakan salah satu wali murid dari SD Islam Al-Izzah Purwokerto juga.

Al-Qur’an: Bahan Bakar Kecerdasan Otak

       Dalam sesi utama, Ust. Asgar menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an bukanlah beban yang menghambat pelajaran sekolah. Sebaliknya, Al-Qur’an adalah booster alami bagi kecerdasan.

       “Menghafal Al-Qur’an melatih fokus, daya ingat, dan kedisiplinan mental anak. Ketika sel-sel otak terbiasa menghimpun ayat suci, ia akan memiliki kapasitas yang lebih besar dan tajam untuk menyerap ilmu umum seperti matematika, sains, dan Bahasa. Bayangkan saja ketika anak-anak kita hafal Al-Qur’an otomatis merka telah menghafal ribuan bahkan puluhan ribu kosa kata bahasa asing. Saya membuktikan sendiri, karena Bahasa Al-Quran itu instrumennya banyak, seperti ilmu tajwid melatih pengucapan, nahwu sebagai gramatikanya dan Sharaf sebagai kosa kata dan perubahannya, maka barang siapa menjadi seorang penghafal Al-Qur’an maka untuk mempelajari dan menguasai Bahasa asing itu “EASY” ungkapnya.

Menepis Kekhawatiran: Tips Seimbang “Dunia-Akhirat”

       Salah satu poin yang paling dinanti adalah tips praktis agar anak sukses menghafal tanpa tertinggal ilmu umum. Beberapa kiat yang dibagikan antara lain:

  • Manajemen Waktu yang Barokah: Mengutamakan interaksi dengan Al-Qur’an di waktu subuh (waktu emas) sebelum memulai pelajaran sekolah.
  • Lingkungan yang Mendukung: Sinergi antara kebiasaan di sekolah dan keteladanan orang tua di rumah.

     Ustadz Amru Harahap sebagai narasumber lain juga menekankan pentingnya peran orang tua dirumah, dimana orangtua juga harus memantau perkembangan anaknya dalam tugas mengaji dari sekolah, bukan hanya mata pelajaran umumnya saja, “bila perlu datangkan guru les khusus yang sudah bersertifikat dari Ummi Foundation.” Tegasnya.

Sesi “Deep Talk”: Menghargai Keunikan Setiap Anak

       Momen paling menyentuh terjadi saat sesi tanya jawab interaktif. Seorang wali murid mengajukan pertanyaan yang mewakili hati banyak orang tua: “Bagaimana kiat agar kita tidak membeda-bedakan anak yang memiliki kelebihan dan kekurangan berbeda?”

        Jawaban yang diberikan sangat menyejukkan. Orang tua diingatkan bahwa setiap anak adalah “mushaf” yang berbeda; ada yang kuat di hafalan, ada yang unggul di logika, dan ada yang menonjol di empati.

       Yang pertama; stop membandingkan karena membandingkan hanya akan mematikan potensi dan melukai mental anak, seperti halnya Al-Izzah sebagai sekolah yang berwawasan inklusif serta sekolah berbasis fitrah, maka kita sangat menghargai perbedaan setiap personal. Selanjutnya adalah apresiasi dan motivasi; Orang tua fokus pada kelebihan masing-masing anak dan jadikan kekurangan mereka sebagai ladang kesabaran serta amal jariyah bagi orang tua dalam membimbing. Karena satu anak sama dengan satu kurikulum, jadi apabila orang tua memiliki 5 anak maka ada 5 kurikulum yang diterapkan orang tuanya dalam mendidiknya dirumah.

Menuju Generasi Emas yang Beradab

       Kegiatan Deep Talk Parenting ini diakhiri dengan doa bersama yang menggetarkan hati. Para orang tua pulang dengan perspektif baru: bahwa menjadi orang tua cerdas Qurani adalah tentang menanamkan cinta pada kalam Allah sebagai basic dari segala hal dikehidupan ini, yang nantinya akan tumbuh menjadi pohon kecerdasan yang rimbun dengan buah akhlak yang mulia.

       SD Islam Al-Izzah Purwokerto kembali menegaskan posisinya bukan sekadar tempat belajar siswa, tapi juga mitra belajar bagi orang tua dalam mencetak generasi masa depan yang unggul dan peduli berlandaskan akhlak qurani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *