Menembus Batas Dunia di Aula Al-Izzah: Serunya "Talk With Native" Bersama Mahasiswa Internasional

Purwokerto, 6 Januari 2026 – Suasana di Aula SD Islam Al-Izzah Purwokerto mendadak riuh dengan beragam bahasa dan tawa. Masih dalam rangkaian hari-hari awal masuk sekolah yang penuh kejutan, sekolah ini menghadirkan program luar biasa bertajuk “Talk With Native”. Bukan sekadar belajar bahasa Inggris di dalam kelas, kali ini para murid ditantang untuk berinteraksi langsung dengan tamu-tamu spesial dari berbagai belahan dunia.

✅Dunia dalam Satu Ruangan: Dari Pakistan Hingga Pakistan

     Aula sekolah kedatangan tamu-tamu istimewa yang merupakan mahamurid program Pascasarjana(S2) dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto(UMP). Mereka berasal dari latar belakang budaya yang sangat berbeda contohnya Miss Aisyah dari Pakistan membawa nuansa Asia Selatan yang kaya akan Sejarah ada juga Mister Toufi dari Afrika mewakili semangat dan keberagaman budaya disana, hingga Miss Tin tetangga serumpun dengan dialek yang khas. Kehadiran mereka memberikan pandangan baru bagi murid bahwa dunia itu luas, namun kita semua tetap dipersatukan oleh semangat menuntut ilmu.

 

Suntikan Motivasi: Mimpi Besar Hingga ke Luar Negeri

     Para mahamurid S2 ini tidak hanya datang untuk berkunjung. Mereka membagikan kisah inspiratif tentang perjalanan pendidikan mereka. Motivasi ini membakar semangat para murid SD Islam Al-Izzah untuk berani bermimpi setinggi langit. “Di Pakistan saya punya teman yang sangat pintar dan asli dari Indonesia, akhirnya saya tertarik juga ingin belajar di negara asalnya(Indonesia) dan kedepannya saya ingin menjadi dosen entah disini atau negara sendiri,“. ujar Miss Aisyah dalam sesi motivasinya. Pesan ini menekankan bahwa penguasaan bahasa khususnya Bahasa internasional adalah kunci (jendela) untuk membuka pintu-pintu kesuksesan tingkat global di masa depan.

 

Uji Nyali dan Mental: Berani Bertanya, Berani Bicara

     Salah satu momen paling mendebarkan sekaligus menyenangkan adalah saat sesi Tanya jawabl langsung. Di sinilah mental para murid benar-benar diuji. Tanpa rasa ragu, satu per satu murid maju dan mencoba berkomunikasi langsung dengan para native speakers. Ada yang bertanya tentang latar belakang mereka, hobi, hingga bagaimana rasanya tinggal di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang latihan public speaking dan kepercayaan diri yang sangat efektif bagi anak usia sekolah dasar.

 

“The Jamu Challenge”: Saat Budaya Lokal Bertemu Lidah Internasional

     Kejutan paling seru terjadi di akhir acara: Jamu Challenge! Jika biasanya murid yang belajar budaya asing, kali ini giliran para native speakers yang ditantang mencicipi kearifan lokal Indonesia. Suasana aula pecah oleh tawa saat melihat ekspresi lucu para tamu internasional ketika mencicipi jamu tradisional dengan berbagai varian rasanya. Miss Tin yang dari Filipina sampai menambah 2 gelas jamu, karena terasa segar dan manis.

     Apalagi setelah mereka memberikan testimoni dan mencoba menggunakan dialek “ngapak(Bahasa/logat  Banyumas); “Aku uwis madang, jamu kiye rasane legi karo seger, aku seneng banget bakso karo mendoan. Siki aku neng Dukuhwaluh, Purwokerto warung karo jananane akeh banget”, ucap Mister Toufi menambah kemeriahan. Momen ini menjadi jembatan budaya yang unik, menunjukkan betapa ramahnya sambutan murid SD Islam Al-Izzah terhadap budaya mereka sendiri sekaligus menghargai tamu asing.

     Kegiatan “Talk With Native” ini membuktikan bahwa SD Islam Al-Izzah Purwokerto berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang progresif. Dengan mempertemukan murid dengan orang-orang dari berbagai negara, sekolah ingin menghapus batasan rasa takut dan canggung dalam berkomunikasi global. Sehingga para murid sedari kecil sudah  memiliki motivasi kuat untuk mempersiapkan cita-cita besarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *